Gotong Royong Penimbunan Lahan, SDN 4 Pulau Rimau Kompak Atasi Banjir Sekolah

BANYUASIN – TEROPONGSUMSEL.COM Udara pagi di SDN 4 Pulau Rimau terasa segar, berpadu dengan aroma tanah basah yang khas. Di halaman sekolah yang luas, terdengar riuh suara cangkul, tawa anak-anak, dan percakapan hangat para orang tua. Truk kecil datang silih berganti menurunkan tanah timbunan. Di bawah terik matahari, para wali murid, guru, dan komite sekolah bahu-membahu melakukan penimbunan lahan sekolah yang selama ini menjadi langganan banjir.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Kepala Sekolah Karso, yang prihatin melihat kondisi sekolah setiap musim hujan tiba. “Setiap hujan deras, halaman sekolah tergenang. Anak-anak sulit masuk kelas karena becek dan licin. Akhirnya kami sepakat bersama komite dan wali murid untuk menimbun lahan agar lebih tinggi,” ujar Karso sambil mengawasi proses penimbunan yang dilakukan secara gotong royong.(30/10/2025)

Suasana kerja penuh semangat terasa di setiap sudut sekolah. Beberapa orang tua membawa cangkul, sebagian lainnya membantu meratakan tanah. Para guru ikut turun tangan, memastikan bagian halaman yang ditimbun bisa diratakan dengan baik. Tak ada rasa lelah yang tampak di wajah mereka — hanya semangat kebersamaan untuk memperbaiki tempat belajar anak-anak mereka.

Menurut perwakilan komite sekolah, kegiatan ini bukan hanya tentang menimbun tanah, tapi juga menumbuhkan rasa persaudaraan. “Kami ingin menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tanggung jawab guru dan kepala sekolah, tetapi juga tanggung jawab kita sebagai orang tua. Ini bentuk kepedulian kami untuk kenyamanan anak-anak,” ujar salah satu anggota komite dengan nada bangga.

Salah satu wali murid, Rohman ikut turun tangan dalam kegiatan itu. Dengan tangan berlumur tanah, ia berkata, “Kami tidak ingin anak-anak belajar dalam genangan air. Gotong royong ini kami lakukan dengan hati, supaya mereka bisa belajar dengan tenang dan tidak terganggu setiap musim hujan.”

Anak-anak yang sejak pagi menyaksikan kegiatan itu tampak antusias. Beberapa dari mereka sesekali membantu mengambil sekop kecil, ikut meratakan tanah di dekat taman sekolah. “Senang, nanti kalau hujan tidak becek lagi. Bisa main bola dan upacara di halaman,” ucap Dani, siswa kelas 5 dengan senyum cerah di wajahnya.

Selain mengatasi banjir, penimbunan ini juga menjadi langkah penting menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah. Genangan air yang dulu sering muncul di halaman tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Kini, setelah proses penimbunan hampir rampung, halaman SDN 4 Pulau Rimau tampak lebih tinggi dan rapi. Bendera merah putih berkibar tegak di tengah lapangan, menjadi simbol semangat baru warga sekolah. Anak-anak kembali berlarian di halaman, menikmati suasana sekolah yang kini tampak lebih bersih dan cerah.

“Pekerjaan ini bukan hanya tentang tanah dan cangkul, tapi tentang semangat kebersamaan,” kata Kepala Sekolah Karso dengan mata berbinar. “Kami ingin memberi contoh bahwa dengan gotong royong, hal sederhana pun bisa membawa perubahan besar.”

Langkah sederhana namun sarat makna ini menjadi bukti nyata bahwa ketika sekolah, komite, dan masyarakat bersatu, segala kendala bisa diatasi. SDN 4 Pulau Rimau kini tidak hanya berdiri lebih tinggi secara fisik, tetapi juga lebih kokoh dalam semangat kebersamaan — menuju sekolah yang aman, sehat, dan bebas banjir.

Diyono

Related posts

Leave a Comment